Headline

Surati Presiden Prabowo, Mualem Dorong Hilirisasi Migas Blok Andaman di KEK Arun Lhokseumawe

IMG-20260701-WA0051
Ukuran Font
A A 100%

BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) akan menyurati Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pemanfaatan cadangan minyak dan gas (migas) Blok Andaman sebagai fondasi pengembangan industri hilir di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun, di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (25/6/2026). Rapat dihadiri jajaran Pemerintah Aceh, akademisi Universitas Syiah Kuala (USK), pakar migas, BPMA, serta Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi.

Usulan itu dinilai sejalan dengan kebijakan nasional. KEK Arun Lhokseumawe telah ditetapkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam RPJMN 2025–2029, sehingga hilirisasi migas Andaman dinilai dapat mempercepat transformasi ekonomi Aceh.

Guru Besar USK, Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, menyebut langkah Gubernur Mualem sangat tepat. Menurutnya, potensi gas dan kondensat dari Blok Andaman harus diolah di Aceh agar memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan mendorong tumbuhnya industri baru.

Dalam rapat terungkap, produksi awal Lapangan Gas Tangkulo di Wilayah Kerja South Andaman diperkirakan mencapai 300 MMSCFD gas. Gas tersebut tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga menjadi bahan baku industri metanol dan hidrogen. Sementara sekitar 7.500 barel kondensat per hari berpotensi diolah menjadi nafta, kerosin, dan gasoline yang mendukung industri petrokimia serta pembangunan kilang (refinery).

Selain menyurati Presiden, rapat juga memutuskan Pemerintah Aceh akan mengundang Mubadala Energy dan SKK Migas untuk memaparkan secara rinci rencana pengembangan Lapangan Gas Tangkulo.

Akademisi USK Prof. Dr. Izarul Machdar menilai pertemuan tersebut penting agar Pemerintah Aceh memperoleh gambaran utuh mengenai skema pengembangan proyek migas di Blok Andaman.

Sementara itu, Kepala Bidang Migas Dinas ESDM Aceh, Dr. Dian Budi Dharma, mengungkapkan hingga kini Pemerintah Aceh belum menerima secara resmi dokumen Plan of Development (PoD) Lapangan Gas Tangkulo dari SKK Migas. Informasi yang dimiliki sejauh ini baru bersumber dari dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Menutup rapat, Sekda Aceh M. Nasir Syamaun menyimpulkan dua keputusan utama, yakni Gubernur Aceh akan menyurati Presiden Prabowo agar gas Blok Andaman diprioritaskan untuk mendukung hilirisasi di KEK Arun Lhokseumawe, serta mengundang Mubadala Energy dan SKK Migas ke Aceh guna membahas secara langsung rencana pengembangan proyek tersebut.