PIDIE JAYA – Bencana banjir hidrometeorologi yang berulang di Kabupaten Pidie Jaya selama ini menjadi tantangan besar bagi masyarakat dalam mempertahankan sektor pertanian dan ketahanan pangan. Menjawab persoalan tersebut, Universitas Syiah Kuala (USK) bersama sejumlah perguruan tinggi mitra menghadirkan inovasi pertanian cerdas berbasis teknologi digital melalui program Electronic Smart Aquaponic Innovation Pidie Jaya (e-SAI Pijay).
Program pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan di Gampong Geunteng, Kecamatan Meurah Dua, pada 28 Juni 2026. Inovasi ini menjadi salah satu solusi nyata dalam membantu masyarakat terdampak banjir agar tetap produktif melalui sistem budidaya terpadu yang mampu menghasilkan ikan dan sayuran dalam satu ekosistem.
e-SAI Pijay merupakan sistem akuaponik berbasis Internet of Things (IoT) yang mengintegrasikan teknologi Smart–Feeder dengan budidaya ikan dan tanaman. Melalui perangkat digital tersebut, pemberian pakan ikan dilakukan secara otomatis sesuai jadwal yang telah diprogram, sehingga lebih efisien dan mengurangi ketergantungan pada tenaga manual.
Tak hanya itu, limbah hasil budidaya ikan dimanfaatkan sebagai nutrisi alami bagi tanaman. Konsep ini menciptakan siklus produksi yang ramah lingkungan sekaligus mampu menghasilkan dua komoditas bernilai ekonomi, yakni ikan konsumsi dan sayuran segar.
Dengan sistem tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh sumber pangan yang lebih beragam, tetapi juga dapat menekan biaya produksi dan membuka peluang usaha baru berbasis pertanian modern di tingkat rumah tangga maupun kelompok tani.
Program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie Jaya, Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp., MPH., bersama Kepala Dinas Pertanian dan Pangan serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pidie Jaya.
Kehadiran pemerintah daerah menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam memperkuat pembangunan desa yang mandiri, produktif, sekaligus tangguh menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi dan perubahan iklim.
Tim pelaksana program terdiri atas akademisi lintas disiplin dari Universitas Syiah Kuala, yakni Prof. Dr. Mudatsir, M.Kes.; Prof. Dr. Ichwana, S.T., M.P.; Prof. Dr. Ir. Rizwan, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng.; Dewi Sri Jayanti, S.TP., M.Sc.; serta Diana Sapha A.H., S.E., M.Si.
Kolaborasi juga melibatkan Prof. Ir. Suharman Hamzah, S.T., M.T., Ph.D., HSE.Cert. dari Universitas Hasanuddin dan Dr. Heri Fajri, M.Pd. dari Universitas Jabal Ghafur sebagai mitra pengembangan teknologi dan pemberdayaan masyarakat.
Menurut tim pelaksana, e-SAI Pijay dirancang sebagai model percontohan pengembangan akuaponik digital di kawasan rawan banjir. Teknologi ini diharapkan mampu menjaga produktivitas masyarakat meski menghadapi keterbatasan lahan, cuaca ekstrem, maupun dampak perubahan iklim yang semakin nyata.
Selain memperkuat ketahanan pangan keluarga, penerapan teknologi tersebut juga berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan usaha budidaya ikan dan sayuran yang lebih efisien, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.
Inisiatif ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu melahirkan solusi inovatif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Lebih dari sekadar membantu pemulihan pascabencana, e-SAI Pijay diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang modern, cerdas, tangguh, dan berkelanjutan di Aceh.
