Advertorial

Terkait Pemadaman Listrik Ini Politisi Gerindra: PLN Jangan Jadi Musuh Masyarakat Aceh

WhatsApp-Image-2025-10-01-at-09.23.44-2048×1362
Ukuran Font
A A 100%

Banda Aceh – Anggota DPRK Banda Aceh dari Partai Gerindra, Irwansyah, mengkritisi keras pemadaman listrik yang kembali melanda Aceh dalam beberapa hari terakhir. Ia menegaskan, PLN Wilayah Aceh jangan sampai menjadi “musuh masyarakat” akibat kebiasaan mematikan listrik yang seolah menjadi rutinitas tahunan tanpa solusi yang jelas.

Menurut Irwansyah, pemadaman listrik yang terus berulang bukan sekadar soal ketidaknyamanan, tetapi sudah mengganggu sendi-sendi kehidupan masyarakat. “Penyakit mematikan lampu seperti ini sudah menjadi rutinitas PLN setiap tahun. Dampaknya luar biasa, dari rumah tangga yang tidak bisa beraktivitas normal, hingga sektor ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik yang lumpuh seketika,” ujarnya di Banda Aceh, Rabu (1/10/2025).

Politisi Gerindra itu menyoroti dampak bagi dunia usaha, terutama UMKM, yang sangat bergantung pada listrik untuk produksi maupun layanan. Banyak usaha kecil seperti percetakan, toko roti, hingga usaha laundry kehilangan omzet setiap kali terjadi pemadaman. Begitu pula di sektor pendidikan, siswa dan guru yang menggunakan perangkat digital dalam proses belajar turut terganggu. “Masyarakat kita sudah semakin modern, semua serba elektronik. Bagaimana mereka mau berkembang kalau listrik saja tidak bisa dipastikan stabil?” tegasnya.

Di tingkat rumah tangga, pemadaman juga berdampak besar. Aktivitas keluarga yang bergantung pada peralatan listrik terganggu, bahkan penyimpanan bahan makanan di kulkas sering rusak akibat pemadaman berulang. Irwansyah menilai hal ini jelas merugikan masyarakat kecil yang paling bergantung pada fasilitas sederhana.

Lebih jauh, ia menyoroti ironi kondisi ini di tengah usia kemerdekaan Indonesia yang telah lebih dari delapan dekade. “Indonesia sudah 80 tahun merdeka, tetapi Aceh belum merdeka dari persoalan listrik. Ini fakta yang menyedihkan. Listrik itu kebutuhan pokok, sama pentingnya dengan air. Jika PLN tidak serius mencari solusi permanen, maka masyarakat akan semakin kehilangan kepercayaan,” katanya.

Irwansyah mendesak PLN Wilayah Aceh untuk menuntaskan akar masalah pemadaman, bukan sekadar memberikan permintaan maaf. Menurutnya, rakyat membutuhkan tindakan nyata berupa pasokan listrik yang andal demi kelangsungan hidup dan pembangunan ekonomi di Aceh. [Parlementaria]