News

TNI Percepat Pembangunan Jembatan Gantung di Linge, Safrizal Akses Warga Segera Pulih

IMG-20260726-WA0002
Ukuran Font
A A 100%

Personel TNI dari Kodim 0106/Aceh Tengah bersama warga memasang papan lantai Jembatan Perintis Garuda Tahap III di atas Sungai Jamboaye, Kampung Reje Payung, Kecamatan Linge, Sabtu (25/7/2026).

TAKENGON – Harapan masyarakat Kampung Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, untuk kembali menikmati akses transportasi yang aman dan lancar semakin mendekati kenyataan. Di tengah teriknya matahari, prajurit TNI dari Kodim 0106/Aceh Tengah terus bekerja tanpa mengenal lelah menyelesaikan pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III yang membentang di atas Sungai Jamboaye.

Pembangunan jembatan tersebut menjadi salah satu upaya strategis mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana sekaligus mengembalikan denyut kehidupan masyarakat yang selama ini terganggu akibat rusaknya akses penghubung antardesa.

Berdasarkan laporan yang diterima Posko Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, hingga Sabtu, 25 Juli 2026, progres pembangunan telah mencapai 82,54 persen. Saat ini pekerjaan memasuki tahap pemasangan papan lantai jembatan dan pengencangan tiang hanger, yang menjadi bagian akhir dari konstruksi.

Personel TNI terus mempercepat pembangunan Jembatan Perintis Garuda III di Kampung Reje Payung, Linge. Safrizal mengapresiasi kolaborasi lintas sektor demi mempercepat pemulihan pascabencana Aceh.

Jembatan gantung sepanjang 110 meter dengan lebar 1,2 meter itu dibangun melintasi Sungai Jamboaye yang memiliki bentang sekitar 90 meter. Infrastruktur tersebut dirancang mampu menahan beban hingga satu ton, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai jalur transportasi masyarakat yang menghubungkan Kampung Reje Payung dengan Kampung Jamat di Kecamatan Linge.

Sejak dimulai pada 6 April 2026, pembangunan jembatan dikerjakan secara gotong royong oleh 3 personel Koramil 05/Linge, 12 personel Batalyon Teritorial Pembangunan 854/Dharma Kersaka (Yon TP 854/DK), 1 personel asistensi Zeni Kodam Iskandar Muda, serta tiga warga setempat yang turut membantu proses pembangunan.

Kehadiran personel TNI di lokasi tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan tugas teritorial, tetapi juga menunjukkan komitmen membantu masyarakat memperoleh kembali akses dasar yang sangat dibutuhkan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kepala Posko Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Dr. Safrizal ZA, memberikan apresiasi atas dedikasi para prajurit TNI yang terus bekerja mempercepat penyelesaian jembatan tersebut.

Menurut Safrizal, percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, TNI, Polri, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, relawan, serta masyarakat.

“TNI, Polri, kementerian/lembaga, elemen sipil, hingga para donatur swasta telah, sedang, dan akan terus bekerja sama memberikan tenaga, pikiran, dan sumber daya untuk mempercepat pemulihan Aceh. Saya memberikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk personel TNI yang sedang membangun Jembatan Perintis Garuda di Linge,” ujar Safrizal.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri itu juga menyampaikan penghargaan kepada masyarakat Kampung Reje Payung dan sekitarnya yang sejak awal bencana terus bergotong royong bersama pemerintah mendukung berbagai program rehabilitasi dan rekonstruksi.

Ia optimistis, apabila pekerjaan terus berjalan sesuai target, jembatan tersebut dalam waktu dekat dapat difungsikan sehingga mobilitas masyarakat kembali normal. Kehadiran jembatan baru ini akan memperlancar aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian, pelayanan kesehatan, hingga mempercepat akses masyarakat terhadap berbagai layanan publik.

Tak kalah penting, selesainya pembangunan jembatan juga akan mengakhiri kendala yang selama ini dihadapi dunia pendidikan di kawasan tersebut. Selama akses terputus, siswa SD Negeri 10 Linge harus mengikuti kegiatan belajar di dua lokasi berbeda, yakni di sekolah induk dan di tenda darurat yang berada di seberang sungai. Setelah jembatan rampung, seluruh siswa diharapkan dapat kembali belajar bersama dalam satu lingkungan sekolah yang sama.

Pembangunan jembatan sepanjang 110 meter yang telah mencapai progres 82,54 persen ini diharapkan segera memulihkan akses transportasi dan aktivitas masyarakat pascabencana. Foto: Dok. Kodim 0106/Aceh Tengah

Bagi masyarakat Linge, jembatan ini bukan sekadar konstruksi baja dan papan lantai. Jembatan tersebut menjadi penghubung harapan yang akan membuka kembali akses pendidikan, memperlancar roda perekonomian, serta memperkuat hubungan sosial antarkampung yang sempat terhambat akibat bencana.

“Mari kita berdoa kepada Allah SWT agar seluruh proses pembangunan berjalan lancar hingga selesai. Terima kasih kepada seluruh personel TNI dan masyarakat yang telah bekerja keras demi menghadirkan kembali akses yang aman bagi warga,” tutur Safrizal.

Dengan progres pembangunan yang telah melampaui 80 persen, Jembatan Perintis Garuda Tahap III diharapkan segera berfungsi sebagai urat nadi baru bagi masyarakat Kecamatan Linge, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi mampu mempercepat pemulihan Aceh pascabencana.