Advertorial

USK–SMK Perkuat Sinergi, BLUD Didorong Jadi Sumber Pendapatan Pendidikan

9
Ukuran Font
A A 100%

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Global Mandiri USK dengan BLUD SMKN 1, SMKN 2, dan SMKN 3 Banda Aceh, yang berlangsung di Aula SMKN 3 Banda Aceh, Selasa (27/1/2026).

BANDA ACEH – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Marwan, menegaskan komitmen kampus tersebut untuk memperkuat kolaborasi dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam meningkatkan pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di lingkungan pendidikan.

Hal itu disampaikannya pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Global Mandiri USK dengan BLUD SMK Negeri 1 Banda Aceh, SMK Negeri 2 Banda Aceh, dan SMK Negeri 3 Banda Aceh yang berlangsung di Aula SMKN 3 Banda Aceh, Selasa (27/1/2026).

Menurut Marwan, pengelolaan BLUD di SMK memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara profesional sehingga mampu menghasilkan pendapatan berkelanjutan. Pendapatan tersebut dapat dimanfaatkan kembali untuk peningkatan mutu pembelajaran serta kesejahteraan warga sekolah.

“BLUD ini berkaitan langsung dengan pengelolaan aset agar dapat memberikan pendapatan bagi SMK. Jika dikelola dengan baik, hasilnya bisa dikembalikan untuk peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Ia juga membagikan pengalaman USK yang sebelumnya berstatus BLUD dan kini mengembangkan unit bisnis murni melalui perusahaan universitas. Tantangan utama dalam pengelolaan bisnis pendidikan, kata dia, terletak pada perubahan pola pikir, dari sekadar menjalankan operasional rutin menjadi mengoptimalkan aset agar memberikan nilai tambah bagi institusi.

“Sering kali aset sudah tersedia dan fasilitas memadai, namun belum dimaksimalkan untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar bagi institusi,” katanya.

Sebagai contoh, ia memaparkan salah satu unit usaha USK yang dikelola melalui perusahaan universitas mampu menghasilkan keuntungan signifikan dalam kurun waktu satu tahun meski bermodal awal relatif kecil. Keuntungan tersebut kemudian dibagi secara proporsional antara institusi dan pengelola sebagai bentuk apresiasi dan motivasi kinerja.

Marwan berharap pengalaman USK dapat menjadi pembelajaran bagi SMK dalam mengelola BLUD secara lebih efisien dan profesional.

“Intinya, kita sama-sama belajar dan membesarkan institusi melalui pengelolaan bisnis pendidikan yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, berharap kerja sama tersebut dapat mendorong tumbuhnya mental kewirausahaan di kalangan aparatur pendidikan.

Menurutnya, banyak sekolah memiliki potensi besar untuk berkembang, namun belum optimal karena kurang berani membaca peluang pasar dan mengelola potensi secara profesional.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Bisnis dan Dana Lestari USK, Syaifullah Muhammad, serta Direktur Utama PT Global Mandiri USK, Rizalsyah. [adv]