Advertorial

Zulkasmi Dorong Pemko Banda Aceh Gandeng Investor, Optimalkan Potensi Budidaya Tiram Alue Naga

6
Ukuran Font
A A 100%

Banda Aceh – Anggota DPRK Banda Aceh dari Partai Demokrat, Zulkasmi, mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh untuk lebih serius menggarap potensi budidaya tiram di kawasan pesisir Alue Naga dengan melibatkan investor dan pelaku usaha. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil laut sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir.

Menurutnya, kawasan Alue Naga memiliki potensi sumber daya tiram yang cukup besar dan selama ini menjadi salah satu sumber penghidupan utama warga setempat. Namun, pengelolaannya masih bersifat tradisional sehingga nilai tambah ekonominya belum optimal.

“Potensi tiram di Alue Naga sangat besar dan menjanjikan. Kalau dikelola dengan pendekatan modern dan didukung investasi, ini bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Zulkasmi kepada media ini, Rabu (11/3/2026).

Ia menilai, pemerintah kota perlu mengambil langkah strategis dengan membuka ruang kerja sama bersama investor, baik dalam pengembangan budidaya, peningkatan teknologi produksi, maupun penguatan rantai pemasaran hasil tiram.

Selama ini, lanjutnya, masyarakat masih mengandalkan cara-cara konvensional dalam memanen tiram. Kondisi tersebut membuat produktivitas dan nilai jual belum mampu berkembang secara maksimal.

“Selama ini masyarakat hanya mengandalkan cara tradisional. Ke depan perlu ada sentuhan teknologi, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pemasaran agar hasilnya memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” jelasnya.

Zulkasmi juga menyoroti bahwa pengembangan sektor perikanan berbasis tiram tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan nelayan, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di kawasan pesisir, termasuk peluang usaha mikro dan industri pengolahan hasil laut.

Ia berharap Pemerintah Kota Banda Aceh melalui dinas terkait dapat segera melakukan kajian komprehensif serta menyiapkan skema pengembangan yang melibatkan investor secara terukur dan berkelanjutan.

“Jika dikelola secara serius dan profesional, sektor tiram ini bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat Alue Naga dan sekitarnya,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya keberpihakan kebijakan terhadap masyarakat pesisir agar mereka tidak hanya menjadi pelaku hulu, tetapi juga terlibat dalam rantai nilai ekonomi yang lebih luas.

“Harapan kita, masyarakat tidak hanya menjual bahan mentah, tapi juga bisa menikmati nilai tambah dari hasil olahan tiram itu sendiri,” pungkasnya. [adv]