ACEH UTARA – Saat sebagian besar warga masih terlelap dalam tidur, sebuah keluarga di Dusun Simpang V, Gampong Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, harus menghadapi kenyataan pahit yang mengubah hidup mereka hanya dalam beberapa jam.
Rumah kayu yang selama ini menjadi tempat berlindung bagi keluarga Safri Anda (40) hangus dilalap api pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Dalam sekejap, tempat yang menyimpan berbagai kenangan, harapan, dan hasil kerja keras bertahun-tahun itu berubah menjadi puing-puing hitam dan abu.
Malam itu, Safri Anda tidak berada di rumah karena sedang bekerja. Di dalam rumah hanya ada istrinya dan seorang anak mereka yang masih balita. Keduanya sedang beristirahat tanpa menyadari bahaya yang perlahan mendekat.
Beruntung, seorang warga bernama Rustam Efendi melintas di sekitar lokasi saat perjalanan pulang ke rumah. Dari kejauhan, ia melihat cahaya api yang tidak biasa muncul dari bagian depan rumah, tepat di sekitar meteran listrik.
Awalnya api tampak kecil. Namun dalam hitungan menit, kobaran itu mulai membesar. Menyadari masih ada penghuni di dalam rumah, Rustam tidak menunggu bantuan datang. Ia berlari mendekat sambil berteriak memanggil warga dan berusaha membangunkan penghuni rumah.
Ketika tidak ada respons, ia mendobrak pintu dan masuk ke dalam rumah yang mulai dipenuhi asap. Dengan segala risiko yang ada, ia berhasil mengevakuasi istri Safri Anda bersama anak balitanya ke tempat yang aman.
Beberapa saat setelah mereka keluar, api semakin ganas. Dinding dan bagian rumah yang terbuat dari kayu menjadi bahan bakar yang membuat kobaran sulit dikendalikan. Suara kayu terbakar memecah keheningan malam, sementara warga berdatangan membawa ember dan peralatan seadanya untuk membantu.
Kepala Dusun Simpang V, Jonggot Barus, bersama warga lainnya turut berjibaku melawan api. Mereka juga berupaya menyelamatkan rumah-rumah di sekitar lokasi agar tidak ikut terbakar.
Namun kekuatan warga tidak mampu menghentikan amukan si jago merah yang terus membesar. Rumah milik Safri Anda akhirnya ludes terbakar. Bahkan rumah milik Rebiwandi yang berada sekitar tiga meter dari lokasi turut terdampak dan mengalami kerusakan pada bagian dinding samping.
Ketika api berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.00 WIB, tidak banyak yang tersisa. Seluruh isi rumah hangus. Dua sepeda motor milik keluarga, Honda Beat Street dan Suzuki Shogun, ikut menjadi korban kebakaran.
Yang paling menyedihkan bukan hanya hilangnya bangunan rumah, tetapi juga lenyapnya berbagai barang berharga yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan keluarga tersebut. Pakaian, perabotan rumah tangga, dokumen penting, hingga hasil jerih payah bertahun-tahun tidak sempat diselamatkan.
Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kapolsek Langkahan Iptu Edi S mengatakan, hasil penyelidikan awal mengarah pada dugaan korsleting listrik yang terjadi di bagian depan rumah.
“Dugaan sementara sumber api berasal dari korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp150 juta,” ujarnya.
