BANDA ACEH – Pemenuhan nutrisi sejak usia dini menjadi perhatian dalam upaya menjaga tumbuh kembang anak. Di Posyandu Bougenville, Gampong Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, puluhan ibu bersama anak balita mengikuti Sosialisasi dan Pemberian Asupan Nutrisi bagi Anak 2026, Kamis, 13 Agustus 2026.
Kegiatan yang diinisiasi Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh itu diikuti 50 ibu dan anak balita serta 11 kader kesehatan. Program tersebut merupakan bagian dari Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh dan direncanakan berlanjut di sejumlah gampong lain di Kecamatan Kuta Alam.
Bagi para ibu, kegiatan ini bukan sekadar pemberian asupan nutrisi. Edukasi mengenai apa yang dikonsumsi anak, bagaimana pola makan dibentuk, serta pentingnya ASI menjadi bagian utama dari kegiatan tersebut.
Narasumber dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Cabang Aceh, dr. Putri Kartika Listya, Sp.KKLP, menjelaskan pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi anak sejak masa awal pertumbuhan. Ia menekankan pemberian ASI, pola makan bergizi seimbang, dan pemenuhan nutrisi sesuai kebutuhan balita sebagai bagian penting untuk mendukung pertumbuhan fisik sekaligus perkembangan kecerdasan anak.
Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid, mengatakan edukasi kepada keluarga menjadi penting karena pemenuhan gizi anak tidak hanya berlangsung di fasilitas kesehatan. Sebagian besar keputusan mengenai makanan anak justru berlangsung di rumah, sehingga pengetahuan keluarga terutama ibu menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk pola makan anak.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami di DPRK Banda Aceh untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan nutrisi yang baik sejak dini. Nutrisi yang seimbang akan mencegah stunting, meningkatkan kecerdasan, dan membangun daya tahan tubuh anak-anak kita,” kata Farid.
Menurut dia, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan program pengadaan asupan nutrisi anak di tingkat gampong. Program itu diharapkan dapat memperluas akses keluarga terhadap makanan bergizi sekaligus memperkuat upaya pencegahan masalah gizi di masyarakat.
“Kami berharap program pengadaan nutrisi yang kami inisiasi ini benar-benar menyentuh keluarga di tingkat gampong. Harapannya anak-anak dapat lebih mudah memperoleh dukungan nutrisi yang sesuai standar kesehatan, sehingga upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara lebih merata dan berkelanjutan,” ujar Farid.
Farid, yang juga Ketua DPD PKS Kota Banda Aceh, mengatakan pendekatan berbasis gampong diperlukan agar program pemenuhan nutrisi tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Keterlibatan keluarga, kader kesehatan, pemerintah gampong, dan tenaga kesehatan dinilai penting agar pesan mengenai gizi anak dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh menyatakan penguatan edukasi kesehatan keluarga merupakan salah satu bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Subkoordinator Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Nana Mirzana, SKM., M.Si., menyampaikan bahwa pemenuhan nutrisi pada masa balita memiliki kaitan erat dengan kualitas tumbuh kembang anak.
Menurut Nana, kebutuhan gizi yang terpenuhi sejak dini berperan dalam membentuk kesehatan, perkembangan kecerdasan, dan produktivitas anak pada masa mendatang. Karena itu, keluarga dan kader kesehatan didorong berperan aktif dalam menerapkan pola asuh dan pola makan yang sehat.
Kolaborasi lintas sektor, kata dia, juga diperlukan untuk memperluas jangkauan program promosi kesehatan dan intervensi gizi. Dukungan DPRK Banda Aceh dan pemerintah gampong menjadi bagian dari upaya tersebut agar edukasi dan pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
“Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh akan terus memperkuat berbagai intervensi promotif dan preventif guna mencegah masalah gizi serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Nana Mirzana, meneruskan pesan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh.
Kegiatan di Posyandu Bougenville menjadi salah satu bentuk pendekatan langsung kepada keluarga. Melalui posyandu, edukasi kesehatan, pemantauan tumbuh kembang, serta penguatan peran kader dapat dilakukan lebih dekat dengan masyarakat.
Upaya pencegahan masalah gizi pada anak memang tidak cukup mengandalkan satu program atau satu institusi. Pemenuhan nutrisi membutuhkan keterlibatan keluarga sejak dari rumah, dukungan kader di tingkat gampong, serta intervensi pemerintah dan tenaga kesehatan.
Pemerintah Kota Banda Aceh bersama DPRK Banda Aceh menyatakan akan terus mendorong penguatan regulasi, dukungan anggaran, dan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung kesehatan anak. Program edukasi dan pemberian asupan nutrisi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kualitas tumbuh kembang anak di Banda Aceh.
Turut hadir Kepala UPTD Puskesmas Kuta Alam drg. Lia Silvianty Nasty, Keuchik Gampong Beurawe Amiruddin, Ketua TP PKK Gampong Beurawe, tokoh masyarakat, serta kader Posyandu Gampong Beurawe. [adv]

