Headline

Huntara di Aceh Utara Rusak Diterjang Angin Kencang, Safrizal ZA Tinjau Langsung dan Pastikan Perbaikan Tuntas Sepekan

IMG-20260608-WA0019
Ukuran Font
A A 100%

Aceh Utara – Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pasca Bencana Sumatera, Safrizal ZA, turun langsung meninjau lokasi hunian sementara (Huntara) yang mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (4/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai respons cepat atas laporan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terkait kerusakan sejumlah Huntara yang dihuni warga korban bencana. Dalam peninjauan itu, Safrizal didampingi oleh Bupati Aceh Utara dan jajaran terkait untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak sekaligus mempercepat langkah penanganan di lapangan.

Berdasarkan data sementara, angin kencang yang melanda wilayah tersebut pada Selasa (2/6/2026) menyebabkan kerusakan pada puluhan unit Huntara. Rinciannya, Huntara Rumoh Rayeuk sebanyak 36 unit, Huntara Desa Langkahan 5 unit, Huntara Bukit Linteung 7 unit, dan Huntara Geudumbak 10 unit.

Situasi semakin berat ketika cuaca ekstrem kembali terjadi pada Kamis (4/6/2026), yang kembali berdampak pada kawasan Huntara di Bukit Linteung dan Geudumbak. Pemerintah daerah saat ini masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah tambahan kerusakan yang terjadi.

Dalam keterangannya, Safrizal menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin warga terdampak terlalu lama berada dalam kondisi yang tidak nyaman. Karena itu, koordinasi langsung telah dilakukan dengan Menteri Pekerjaan Umum guna mempercepat proses perbaikan.

Begitu menerima laporan dari Bupati Aceh Utara, kami segera berkoordinasi dengan Menteri PU. Pemerintah bergerak cepat agar masyarakat terdampak mendapatkan penanganan yang dibutuhkan. Perbaikan Huntara yang rusak ditargetkan selesai dalam waktu tujuh hari,” ujar Safrizal.

Selain meninjau kondisi bangunan, Safrizal juga menyempatkan diri berdialog dengan warga untuk mendengarkan langsung kebutuhan mereka. Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan bagi keluarga terdampak, pemerintah turut menyalurkan bantuan berupa paket peralatan dapur kepada penghuni Huntara.

Langkah cepat tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi masyarakat sekaligus memastikan para penghuni Huntara dapat kembali tinggal dengan aman dan nyaman. Pemerintah juga terus memantau perkembangan cuaca serta menyiapkan langkah antisipasi guna mengurangi risiko dampak lanjutan akibat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Aceh Utara.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait, proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh Utara diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran demi menjaga keselamatan serta kesejahteraan masyarakat terdampak.