Headline

Lampu Teplok Diduga Picu Kebakaran, Rumah Dinas Bidan Desa di Buket Krueng Ludes Dilalap Api

IMG-20260608-WA0038
Ukuran Font
A A 100%

ACEH UTARA – Malam yang semula berjalan biasa bagi Fatimah berubah menjadi kepanikan dalam hitungan menit. Perempuan 60 tahun itu bersama anak-anaknya harus bergegas menyelamatkan diri ketika kobaran api tiba-tiba muncul dari salah satu kamar rumah yang mereka tempati di Desa Buket Krueng, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Rumah yang terbakar tersebut merupakan rumah dinas bidan desa yang selama ini ditempati Fatimah dan keluarganya. Saat sebagian warga sedang melaksanakan aktivitas malam di meunasah, api perlahan mulai menghanguskan bagian dalam rumah tanpa disadari penghuninya.

Menurut informasi yang dihimpun, titik api pertama kali terlihat membakar tempat tidur di salah satu kamar. Menyadari bahaya yang mengancam, Fatimah bersama anak-anaknya segera keluar rumah dan mencari perlindungan ke meunasah terdekat.

Namun, dalam waktu singkat, kobaran api membesar. Material bangunan yang mudah terbakar membuat si jago merah dengan cepat menjalar ke seluruh ruangan hingga mencapai bagian loteng. Cahaya api yang membumbung tinggi memecah suasana malam dan mengundang perhatian warga sekitar.

Mendengar teriakan minta tolong, warga yang berada di meunasah berhamburan menuju lokasi. Dengan peralatan seadanya, mereka bergotong royong memadamkan api demi mencegah kebakaran merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

Meski upaya penyelamatan dilakukan secepat mungkin, api terlanjur menguasai hampir seluruh bangunan. Rumah beserta sebagian besar harta benda di dalamnya tidak dapat diselamatkan. Yang tersisa hanyalah puing-puing dan rangka bangunan yang menghitam akibat amukan api.

Warga menduga sumber kebakaran berasal dari lampu minyak atau lampu teplok yang digunakan sebagai penerangan di dalam rumah. Dugaan itu muncul berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang melihat api pertama kali berasal dari area kamar dekat lokasi lampu tersebut berada.

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kapolsek Lhoksukon AKP M. Jamil mengatakan personel kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Petugas segera melakukan pengamanan lokasi, mengumpulkan keterangan saksi, dan memastikan situasi tetap aman setelah kebakaran terjadi,” kata AKP M. Jamil.

Menurutnya, hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan kebakaran yang dipicu oleh lampu penerangan berbahan bakar minyak. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar karena bangunan dan sebagian besar barang milik korban hangus terbakar.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan risiko penggunaan lampu berbahan bakar minyak yang masih digunakan di sejumlah wilayah. Di tengah keterbatasan sarana penerangan, kewaspadaan menjadi faktor penting untuk mencegah musibah serupa terulang.

Hingga Senin (8/6/2026), petugas masih melakukan pendataan kerugian serta mengumpulkan informasi tambahan guna memastikan penyebab kebakaran yang menghanguskan rumah dinas bidan desa tersebut.