BANDA ACEH — Nasir Nurdin kembali maju sebagai bakal calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh periode 2026–2031. Petahana Ketua PWI Aceh periode 2021–2026 itu menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia Konferensi Provinsi (Konferprov) XIII PWI Aceh di sekretariat panitia, kawasan Simpang Lima, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Bersama penyerahan berkas tersebut, Nasir menyatakan telah mengantongi dukungan 118 anggota biasa PWI Aceh yang tersebar di lima kabupaten dan kota. Menurut dia, jumlah itu telah melampaui persyaratan dukungan minimal pencalonan yang ditetapkan panitia.
Berkas pendaftaran Nasir diterima Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Verifikasi, Imran Joni, untuk diperiksa sesuai mekanisme yang berlaku.
Dalam konferensi pers di Rex Premium, Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Nasir mengatakan dukungan tersebut dihimpun bersama tim sejak dirinya mengambil formulir pendaftaran pada 5 Oktober 2026.
“Kita sudah mengantongi 118 dukungan dari jumlah yang disyaratkan,” kata Nasir.
Berdasarkan data yang disampaikan Nasir, Daftar Pemilih Sementara (DPS) Konferprov XIII PWI Aceh berjumlah 324 pemilih. Jika angka itu menjadi dasar penghitungan, dukungan 10 persen setara dengan 32,4 suara atau sedikitnya 33 dukungan apabila persyaratan diterapkan dalam bilangan bulat.
Dengan demikian, klaim 118 dukungan yang disampaikan Nasir jauh melampaui ambang tersebut. Namun, jumlah dukungan yang diklaim kandidat tetap perlu dibedakan dari hasil verifikasi resmi panitia, termasuk keabsahan dukungan dan pemenuhan persyaratan pencalonan lainnya.
Nasir menyatakan siap mengikuti seluruh tahapan pencalonan yang telah ditetapkan panitia, khususnya oleh Steering Committee (SC) Konferprov XIII PWI Aceh.
“Saya siap melaksanakan tahapan-tahapan yang sudah ditetapkan oleh SC,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada anggota PWI Aceh dari berbagai kabupaten dan kota, simpatisan, sahabat, serta pihak-pihak yang telah memberikan doa dan dukungan terhadap pencalonannya.
Menurut Nasir, dukungan tersebut diharapkan menjadi modal untuk memperkuat organisasi dan melanjutkan program kerja apabila kembali dipercaya memimpin PWI Aceh untuk periode kedua.
“Saya menyampaikan terima kasih. Mudah-mudahan dukungan yang diberikan kawan-kawan menjadi ikhtiar kita bersama untuk kebaikan PWI Aceh ke depan,” katanya.
Tim pemenangan minta pendukung tetap solid
Sebelum penyerahan berkas pendaftaran, Nasir telah menyerahkan surat keputusan pembentukan tim pemenangan. Tim tersebut diketuai Jufrizal dari media Kanal Inspirasi, dengan Muhammad Saleh dari Modus Aceh dan Muhammad Balia dari The Aceh Post sebagai penasihat.
Jufrizal mengatakan tim pemenangan mengapresiasi dukungan anggota PWI Aceh terhadap pencalonan Nasir untuk periode kedua. Ia mengingatkan para pendukung agar menjaga kepercayaan yang diberikan dan tidak menjadikan persaingan pemilihan sebagai alasan untuk merusak hubungan antarsesama wartawan.
“Dukungan tersebut bukan sekadar angka, melainkan amanah dan kepercayaan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” ujar Jufrizal.
Ia meminta seluruh pendukung tetap solid, menjaga suasana kondusif, menghormati kandidat lain, serta mengikuti setiap tahapan konferensi dengan menjunjung profesionalisme dan persaudaraan sesama insan pers.
Menurut Jufrizal, kontestasi pemilihan ketua tidak semestinya hanya berorientasi pada kemenangan kandidat. Proses tersebut juga harus menjadi kesempatan bagi anggota untuk memperkuat persatuan dan menjaga marwah organisasi.
“Kontestasi ini bukan semata-mata tentang siapa yang menang, tetapi juga tentang bagaimana kita bersama-sama menjaga kekompakan demi masa depan organisasi dan marwah PWI Aceh,” katanya.
Menentukan kepemimpinan lima tahun ke depan
Konferprov XIII PWI Aceh menjadi forum bagi anggota untuk menentukan kepemimpinan organisasi periode 2026–2031. Selain memilih ketua, konferensi ini menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi dan merumuskan arah kepengurusan lima tahun mendatang.
Proses pencalonan diharapkan berjalan tertib dan demokratis sesuai mekanisme organisasi. Verifikasi persyaratan kandidat dan dukungan anggota menjadi bagian penting untuk memastikan setiap bakal calon memenuhi ketentuan yang berlaku.
Bagi Nasir, pencalonan kembali merupakan upaya melanjutkan kepemimpinan yang telah dijalankannya selama periode 2021–2026. Adapun keputusan akhir mengenai kelayakan kandidat dan pemilihan ketua tetap mengikuti tahapan serta mekanisme resmi Konferprov XIII PWI Aceh.
Persaingan menuju kursi Ketua PWI Aceh bukan hanya menentukan figur pemimpin organisasi, tetapi juga arah pembinaan profesi, peningkatan kompetensi wartawan, dan penguatan solidaritas anggota di tengah tantangan dunia pers yang terus berubah.
BANDA ACEH — Nasir Nurdin kembali maju sebagai bakal calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh periode 2026–2031. Petahana Ketua PWI Aceh periode 2021–2026 itu menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia Konferensi Provinsi (Konferprov) XIII PWI Aceh di sekretariat panitia, kawasan Simpang Lima, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Bersama penyerahan berkas tersebut, Nasir menyatakan telah mengantongi dukungan 118 anggota biasa PWI Aceh yang tersebar di lima kabupaten dan kota. Menurut dia, jumlah itu telah melampaui persyaratan dukungan minimal pencalonan yang ditetapkan panitia.
Berkas pendaftaran Nasir diterima Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Verifikasi, Imran Joni, untuk diperiksa sesuai mekanisme yang berlaku.
Dalam konferensi pers di Rex Premium, Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Nasir mengatakan dukungan tersebut dihimpun bersama tim sejak dirinya mengambil formulir pendaftaran pada 5 Oktober 2026.
“Kita sudah mengantongi 118 dukungan dari jumlah yang disyaratkan,” kata Nasir.
Berdasarkan data yang disampaikan Nasir, Daftar Pemilih Sementara (DPS) Konferprov XIII PWI Aceh berjumlah 324 pemilih. Jika angka itu menjadi dasar penghitungan, dukungan 10 persen setara dengan 32,4 suara atau sedikitnya 33 dukungan apabila persyaratan diterapkan dalam bilangan bulat.
Dengan demikian, klaim 118 dukungan yang disampaikan Nasir jauh melampaui ambang tersebut. Namun, jumlah dukungan yang diklaim kandidat tetap perlu dibedakan dari hasil verifikasi resmi panitia, termasuk keabsahan dukungan dan pemenuhan persyaratan pencalonan lainnya.
Nasir menyatakan siap mengikuti seluruh tahapan pencalonan yang telah ditetapkan panitia, khususnya oleh Steering Committee (SC) Konferprov XIII PWI Aceh.
“Saya siap melaksanakan tahapan-tahapan yang sudah ditetapkan oleh SC,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada anggota PWI Aceh dari berbagai kabupaten dan kota, simpatisan, sahabat, serta pihak-pihak yang telah memberikan doa dan dukungan terhadap pencalonannya.
Menurut Nasir, dukungan tersebut diharapkan menjadi modal untuk memperkuat organisasi dan melanjutkan program kerja apabila kembali dipercaya memimpin PWI Aceh untuk periode kedua.
“Saya menyampaikan terima kasih. Mudah-mudahan dukungan yang diberikan kawan-kawan menjadi ikhtiar kita bersama untuk kebaikan PWI Aceh ke depan,” katanya.
Tim pemenangan minta pendukung tetap solid
Sebelum penyerahan berkas pendaftaran, Nasir telah menyerahkan surat keputusan pembentukan tim pemenangan. Tim tersebut diketuai Jufrizal dari media Kanal Inspirasi, dengan Muhammad Saleh dari Modus Aceh dan Muhammad Balia dari The Aceh Post sebagai penasihat.
Jufrizal mengatakan tim pemenangan mengapresiasi dukungan anggota PWI Aceh terhadap pencalonan Nasir untuk periode kedua. Ia mengingatkan para pendukung agar menjaga kepercayaan yang diberikan dan tidak menjadikan persaingan pemilihan sebagai alasan untuk merusak hubungan antarsesama wartawan.
“Dukungan tersebut bukan sekadar angka, melainkan amanah dan kepercayaan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” ujar Jufrizal.
Ia meminta seluruh pendukung tetap solid, menjaga suasana kondusif, menghormati kandidat lain, serta mengikuti setiap tahapan konferensi dengan menjunjung profesionalisme dan persaudaraan sesama insan pers.
Menurut Jufrizal, kontestasi pemilihan ketua tidak semestinya hanya berorientasi pada kemenangan kandidat. Proses tersebut juga harus menjadi kesempatan bagi anggota untuk memperkuat persatuan dan menjaga marwah organisasi.
“Kontestasi ini bukan semata-mata tentang siapa yang menang, tetapi juga tentang bagaimana kita bersama-sama menjaga kekompakan demi masa depan organisasi dan marwah PWI Aceh,” katanya.
Menentukan kepemimpinan lima tahun ke depan
Konferprov XIII PWI Aceh menjadi forum bagi anggota untuk menentukan kepemimpinan organisasi periode 2026–2031. Selain memilih ketua, konferensi ini menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi dan merumuskan arah kepengurusan lima tahun mendatang.
Proses pencalonan diharapkan berjalan tertib dan demokratis sesuai mekanisme organisasi. Verifikasi persyaratan kandidat dan dukungan anggota menjadi bagian penting untuk memastikan setiap bakal calon memenuhi ketentuan yang berlaku.
Bagi Nasir, pencalonan kembali merupakan upaya melanjutkan kepemimpinan yang telah dijalankannya selama periode 2021–2026. Adapun keputusan akhir mengenai kelayakan kandidat dan pemilihan ketua tetap mengikuti tahapan serta mekanisme resmi Konferprov XIII PWI Aceh.
Persaingan menuju kursi Ketua PWI Aceh bukan hanya menentukan figur pemimpin organisasi, tetapi juga arah pembinaan profesi, peningkatan kompetensi wartawan, dan penguatan solidaritas anggota di tengah tantangan dunia pers yang terus berubah.

