News

Poltekkes Kemenkes Aceh Edukasi Pencegahan Hipertensi dan Hiperkolesterol bagi Wanita Menopause

Ukuran Font
A A 100%

Lhokseumawe – Tim dosen Poltekkes Kemenkes Aceh kembali melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Bertajuk “Pencegahan dan Pengelolaan Hipertensi serta Hiperkolesterol pada Wanita Menopause dengan Pendekatan Holistik di Komunitas”, kegiatan berlangsung selama dua hari, 4–5 Juni 2026.

Dipimpin oleh Elvieta sebagai ketua, dengan anggota Subki, Syahabuddin, dan Ainil Yusra, tim dosen dari Jurusan Kebidanan dan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Aceh, Prodi Aceh Utara ini juga berkolaborasi dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Banda Sakti.

Pelaksanaan kegiatan berfokus pada tiga desa di wilayah kerja Puskesmas Banda Sakti, yaitu Lancang Garam, Tumpok Teungoh, dan Hagu Selatan. Sasaran utama edukasi adalah para perempuan berusia 45 tahun atau sudah memasuki usia menopause.

Ketua tim pengabdian, Elvieta, mengatakan, ketiga desa tersebut dipilih sebagai lokasi intervensi komunitas karena memiliki jumlah perempuan usia menopause yang cukup besar dan membutuhkan peningkatan akses terhadap edukasi serta skrining kesehatan.

Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan peserta mengenai hipertensi, hiperkolesterolemia, dan kesehatan menopause. “Peserta kemudian mengikuti penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah dan kadar kolesterol, serta konsultasi dan konseling berdasarkan hasil skrining,” ujarnya.

Menurut Elvieta, program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kesehatan perempuan usia paruh baya dan lanjut usia, mengingat hipertensi dan hiperkolesterolemia merupakan dua masalah kesehatan yang sering ditemukan pada wanita menopause dan menjadi faktor risiko utama penyakit jantung serta stroke.

Pihaknya turut melibatkan kader kesehatan yang telah dilatih sebelumnya untuk membantu edukasi dan pelaksanaan skrining di masyarakat. “Sebagai dukungan keberlanjutan program, kader juga menerima bantuan berupa tensimeter digital sebagai investasi mitra guna mendukung pemantauan kesehatan masyarakat secara mandiri.”

Dari hasil skrining yang dilakukan, tim Poltekkes Kemenkes Aceh menemukan beberapa kasus hipertensi dan hiperkolesterolemia yang sebelumnya tidak terdeteksi. “Temuan ini menunjukkan pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan rutin,” kata Elvieta.

Oleh sebab itu, dalam kegiatan ini pihaknya tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan semata, “Tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat agar mampu menjaga kesehatan secara mandiri,” katanya.

Masih menurut Elvieta, pendekatan holistik yang menggabungkan edukasi, skrining, konseling, dan penguatan peran kader, merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan menopause di komunitas.

“Melalui kolaborasi antara Poltekkes Kemenkes Aceh, Puskesmas Banda Sakti, kader kesehatan, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan komunitas dalam pencegahan dan pengelolaan penyakit tidak menular,” ujarnya.

“Dengan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat, diharapkan angka kejadian hipertensi dan hiperkolesterolemia dapat ditekan sehingga perempuan menopause dapat menjalani masa transisi kehidupan dengan lebih sehat, aktif, dan produktif,” ujarnya lagi. (*)